Hah, ngeblog lagi. Finally, setelah perjalanan paling menjenuhkan dengan tetek bengek ke luar negeri, aku sampai tanah air. Dan kupastikan aku lebih suka tinggal di Indonesia ketimbang diluar negeri, hihihi. Kala itu aku kemasi barang-barang ku ke tas yang berjejal dan berjibaku dengan baju-baju. Kupikir tas ku akan senang, karena ia biasa murung saat ku jejali buku-buku. Aku membawa barang yang cukup banyak, pengalaman ku ke Bangkok, membuatku tahu apa yang seharusnya ku bawa dan tidak perlu dibawa hanya karena rasa khawatir.
Nabi Saw bersabda; “aku dibuat mencintai”, cinta disini adalah anak rohani. Jika cinta harus ditempuh dengan nilai-nilai praktis, ketahuilah itu bukan cinta, tapi kehendak. Cinta berbeda dengan kehendak. [Ibnu Arabi, Fushusul al-Hikam; 4/259, 2/189 dan Dzakha’ir al-A’laq)
Langganan:
Postingan (Atom)
2009
Dunia rasanya berhenti, saat aku melepaskan dan menumpahkan cerita itu. Dada sunyi dan terasa sakit saat ada cerita diam-diam di bagi Bagia...
-
Aku makin menyukai kelambatan. Sering bahkan terlambat dalam banyak hal di hidup. Ternyata Tuhan menuntunku makin pelan menjalani kehidupan....
-
Mungkin akan selalu ada pertanyaan, mengapa aku bersedia menghabiskan waktu sisa hidupku dengan suami yang memiliki difabel kaki. Yang mungk...
