Ini perjalanan
gila, melompat dari ketinggian 10 meter, menikmati sinar matahari dan tentu
saja bermain dengan air. Perjalanan ini selalu memberi kenangan, kenangan untuk
melawan diri sendiri dan kenangan untuk menikmati alam sungai Oyo di Gunung
Kidul.Selalu rindu dengan tempat ini. Sangat!
Saya
memulai perjalanan ini dari Solo, pukul lima pagi saya sudah bangun dan sholat
subuh. Memutuskan untuk mandi dan merapikan barang-barang yang akan saya bawa
ke Jogja. Saya berangkat agak terburu-buru tanpa sempat sarapan di rumah.
Ponakan-ponakan kecil saya masih terlelap
tidur, meski samar saya mendengar mereka menangis. Ibu saya sudah berada di
dapur, menyiapkan secangkir teh hangat untuk mengganjal rasa dingin. Saya
bilang dan meminta maaf ke ibu, kalau tidak sempat sarapan dirumah, karena
mengejar kereta jam 7 pagi di stasiun Purwosari.
Saya
ke stasiun dengan menaiki bis, sembari melihat sawah yang melirik disisi kanan
dan kiri mata kanan saya. Ini sungguh menyenangkan, menghirup udara pagi yang
segar dan sinar matahari yang menyentuh lembut punggung tubuhmu. Saya sempat
berbincang kepada kernet bus, dia
bertanya tentang tujuan saya. Seperti biasa, dari keseluruhan kernet yang
sempat saya jumpai setiap minggu pagi, mereka mengira saya akan berangkat ke
gereja. Alasannya hanya satu, saya tidak membawa kitab tentu saja tetapi
mengira bahwa buku tebal yang saya bawa adalah Alkitab. Saya hanya tersenyum
saja, kemudian turun di Purwosari.