Senin, 09 Juli 2012

Cerita Bali #2

Malam ini aku menuliskan sisa-sisa kenangan yang aku alami sepanjang hari. Wow, sungguh indah pulau ini. Sepanjang hari berisi dengan ketenangan jiwa, meditasi dan perasaan nyaman tanpa henti. Sudut ruang senja ditemani oleh aroma teh yang wangi. Gemericik air dengan gemas menyentuh.

Cerita Bali #1

Yeay, Bali!

Minggu, 08 Juli 2012

Perjalanan #1

Akhirnya saya berani menuliskan pengalaman saya. Berbagi kepada kalian semua tentang sesuatu yang mengubah arah hidup saya disaat saya berusia 20 tahun. Sekedar menengok, saya dilahirkan dari keluarga yang sangat prural. Bapak saya adalah orang NU dengan kejawen yang kuat, sementara ibu saya sepenuhnya mempercayai Islam Kejawen. Kakak tertua saya, yang saya tahu masuk dalam golongan Islam garis keras dan hal ini membuat saya sering berkonflik denganya karena pandanganya yang sangat monolitik. Sedangkan kakak kedua saya, adalah seorang perempuan pengusaha yang bekerja sebagai seorang pengembang. Ia mapan dan sukses tetapi sayangnya sangat boros dalam gaya hidup.

Sabtu, 07 Juli 2012

Hampir lulus, bahagiakah aku?

Bulan agustus 2012, adalah tahun kelima aku tinggal di Yogyakarta dengan embel-embel sebagai mahasiswi. Berasal dari kota kecil di sebelah selatan Solo, aku mempersiapkan diri untuk hijrah ke kota yang disebut-sebut orang sebagai kota pelajar. Awal aku memutuskan untuk masuk UGM, hanya bermodal dorongan dari ibuku. Baginya, jika anaknya yang terakhir bisa masuk ke UGM, beliau akan bangga. Meskipun sampai sekarang aku masih

Dear (siapa pun)

Yeay, menulis blog lagi. Gak mau nulis berat-berat ah, pening. 

Jumat, 01 Juni 2012

Dreaming

"Cara terbaik mencintai seseorang adalah ketika kamu sudah selesai dengan keikhlasan untuk membiarkan semua tumbuh dengan kadar yang diberikan Tuhan"Aku membiarkanya bebas sampai kelak ia menemukan apa yang ia bahagiakan. Walaupun harus membiarkanya pergi, tapi kurasa ini pilihan yang paling baik. Aku pernah menjadi co-pilot, yang mungkin tidak terlalu siap mendampingi menghadapi badai dan persinggahan awan yang tebal. Aku lebih memilih untuk mendarat dan menjalani pilihan yang baik-baik saja. Aku melepaskanya untuk terbang dengan sendirinya ataupun dengan kelak co-pilot yang lain. Aku sama sekali tidak membencinya, kulakukan karena aku sayang . Pesawat itu terlalu indah dan lebih indah jika ia yang menaikinya dengan co-pilot lain. Aku yakin lebih baik dariku.

Maaf

Semoga maaf ini Engkau dengar. Semoga maaf ini engkau sekalian rasakan. Maafkan semua yang telah terjadi Maafkan kesalahanku. Ampuni aku Say...