Nabi Saw bersabda; “aku dibuat mencintai”, cinta disini adalah anak rohani. Jika cinta harus ditempuh dengan nilai-nilai praktis, ketahuilah itu bukan cinta, tapi kehendak. Cinta berbeda dengan kehendak. [Ibnu Arabi, Fushusul al-Hikam; 4/259, 2/189 dan Dzakha’ir al-A’laq)
Sabtu, 17 Desember 2022
Aku dan Ibu
Minggu, 11 Desember 2022
Mengeluarkan Trauma
Butuh keberanian besar untuk bertemu momen paling menyakitkan didalam hidup. Menemuinya butuh kesiapan, kesadaran dan pengertian. Beberapa hari belakangan, aku mulai mengeluarkan trauma lagi. Aku berupaya menyiapkan diriku untuk menemuinya, meski kadang efeknya jauh diluar perkiraanku. Aku sudah berupaya mindful tapi selalu ada drama yang tak terduga. Seperti beberapa hari yang lalu, aku masuk lagi ke trauma yang paling dalam. Tubuhku langsung gemetar hebat, kepalaku sakit, mulai memukul tembok, lalu menangis. Namun, itu ternyata tidak cukup. Selang tak berapa lama, aku memuntahkan semua makanan yang ada di perutku, padahal aku tidak sakit. Aku sendiri merasa merinding setelah itu. Aku takjub dengan keberanianku sendiri. Pelan-pelan, sakit didada seperti ada yang lepas meski belum semuanya. Masih ada sisa. Sebaiknya jika kalian belum ngerti handling dengan kondisi ini, harus didampingi psikolog. Diriku sendiri, berani karena aku dan pasanganku sudah tahu apa yang biasanya terjadi. Suamiku akan disampingku, jika aku mulai mengerluarkan gerak gerik melepas trauma. Ia tetap akan menunggu, jika perlu akan memelukku karena aku akan menangis ketika mengeluarkan trauma itu. Dan memang trauma ini harus dikeluarkan. Setelah rasa sakit itu, maka pelan-pelan akan pulih. Masih ada yang tersisa tapi tidak seperti dulu rasa traumanya. Aku pelan-pelan mulai berani dan kembali menjadi diriku sendiri. Menerima rasa sakit lalu melepaskannya. Emang ga enak sih, tapi ini cara satu-satunya menyembuhkan luka. Semakin kita mengenali diri dan luka, semakin kita bisa baik dengan diri sendiri dan orang lain 😊
Kamis, 13 Oktober 2022
Pendekatan Psikoterapi
Ada beberapa kawan yang bertanya, psikoterapi dengan psikolog itu kayak apa?
Pendekatannya macam-macam dan masing-masing orang beda-beda tergantung derajat keparahan dari diagnosis yang didapat. Psikoterapi ada macam-macam, ada EMDR, Hipnoterapi, Mindfulness Based Cognitive Therapy, Mindfulness Based Stress Reduction, Cognitive Behaviour Therapy (CBT) yang jadi dasar stocism. Kadang psikolog bisa mengkombinasikan beberapa pendekatan ini.
Lalu yang terpenting apa? Mengolah diri dan melatih diri. Yang paling menantang adalah ini. Masing-masing orang punya cara untuk bisa mempraktekan perubahan-perubahan dalam diri. Ada yang menulis, ada dengan melukis, ada yang benar-benar dialog diri, meditasi, dll. Pendekatan-pendekatan dalam psikoterapi adalah melatih banyak hal untuk kita berubah cara pandang, makna dan menyadari bahwa perubahan dalam kehidupan adalah pasti.
Sempat ada yang tanya kok bisa 1,5 tahun ke psikolog, panjang sekali? Masing-masing orang punya waktu yang berbeda mengolah segala persoalan dari dalam dirinya. Ada yang cepat, ada yang lambat. Tapi aku menyarankan, sebaiknya dalam masa pemulihan psikis, kurangi aktivitas fisik dan pikiran berlebih. Karena ini akan berkaitan dengan naik turunnya emosi selama psikoterapi. Maka peran support system ada disini. Sebagai contoh, selama 1 tahun aku istirahat total, secara otomatis, aku tidak bekerja berat. Jika bekerja pun hanya dengan ritme pelan. Secara otomatis, yang melakukan back up adalah suami (sayangnya tidak di back up oleh negara). Padahal dalam CRPD (Convention on the Rights of Persons with Disabilities), ada opsi untuk memberikan hak-hak bagi penyandang disabilitas mental untuk mendapatkan support system yang baik, misalkan jika ia bekerja, maka ia tetap mendapatkan haknya dalam masa pemulihan. Selama aku depresi, suamiku mengerjakan beberapa modul soal CRPD, sehingga ia tahu benar bagaimana melakukan penanganan kepadaku, selain juga karena ia juga dosen psikologi.
Psikoterapi ini proses panjang memang. Aku selalu bilang, sabar dan nikmati prosesnya. Tidak ada yang instant. Aku ingat benar, saat aku ditanya psikolog, mbak ini akan lama, siap ya? Aku memilih opsi hampir 1,5 tahun karena manfaatnya akan satu-per satu didapatkan dengan proses. Tidak selalu berhasil, bisa up and down. Tapi ini kesempatan mengenal diri dan memaknai hidup dengan lebih baik. Sayangi diri kalian. Depresi adalah ruang kembali mencintai dan mengasihi diri. Ia alarm dari diri kita sendiri untuk kembali menengok kesejatian kita. Selamat berproses ya kawan :)
Jumat, 07 Oktober 2022
Mualid Kanjeng Nabi
Maulid Nabi Muhammad selalu menjadi bulan yang memberi rasa hangat bagiku. Karena telah lahir manusia yang baik, hangat dan mengasihi siapa pun. Membela mereka yang paling lemah, menolong mereka yang terpinggirkan, bahkan yang penuh lumpur kesalahan dan dosa.
Bagiku, Kanjeng Nabi adalah anugerah itu. Anugerah bagi seluruh mahkluk. Aku sering bertanya, bagaimana ada manusia seperti beliau. Yang lembut, penuh pengertian dan kebaikan. Berabad-abad setelah tubuhnya dimakamkan, tetap ada sholawat yang menggema diseluruh alam, memuja dan meminta syafaat darinya.
Kanjeng Nabi selalu memiliki tempat paling dalam dibatinku. Kisahnya sangat intim bagiku. Ketika aku masuk ke depresi, dimana penuh dengan lumpur kebencian dan kesakitan, selain kepada Allah, aku meminta Kanjeng Nabi membantuku, merayu Allah agar ia juga melindungi dan menyelamatkanku. Sholawat menyelamatkanku dari keadaan paling mengerikan yang pernah kualami sepanjang hidup.
Suatu malam, saat pertama kali suara psikotik (bisikan di telinga), mulai berdatangan, dua suara yang kudengar ditelinga adalah "Allah, Allah". Setelahnya aku mulai mendengar bisikan-bisikan bunuh diri. Aku hanya menyebut nama "Allah-Allah" saat suara bisikan bunuh diri beruntun datang. Aku bertahan dengan terus menangis dari malam ke malam. Berdoa dan bersholawat selain ikhtiar farmakologi dan psikoterapi. Aku puluhan kali bahkan ratusan kali di masa-masa itu meminta tolong agar diberikan cahaya. Apapun itu, aku meminta tolong karena aku tahu, hanya cahayaNya dan Kanjeng Nabi lah yang bisa menyelamatkanku dalam kondisi paling menyedihkan. Dalam kondisi depresif, aku sering berdoa dan berdialog dengan Allah, tentang banyak hal yang tak pernah kumengerti. Aku selalu bertanya seperti orang putus asa dan mengadu banyak hal. Mungkin ini adalah fase paling intim hubunganku dengan Allah dan nantinya dengan Kanjeng Nabi
Suatu malam, saat aku berada di Kalimantan, sehabis meminum obat antidepressan dan membaca Quran, aku tertidur. Malam itu, aku bermimpi, seseorang memanggilku dan memintaku melihat ke atas. Aku melihat "nur" bertuliskan nama Muhammad. Aku tertegun dan memandangnya berulang kali. Saat itu didalam mimpi aku menangis dan berulangkali melihatnya. Cahaya itu sangat hangat dan terang. Aku berguman "Aku tidak tahu, apakah ini benar engkau Ya Rasulluloh, hanya aku ingin menangis, aku pasti tertolong". Lalu aku terbangun dan menangis sejadi-jadinya. Setelah mimpi itu, satu per satu jawaban kudapatkan tentang perjalanan iman, tentang hakikat hidup, tentang kematian, tentang menemui diri sendiri dan akhirnya mengenalNya dan semestanya. Dan tentunya mengenalmu Ya Nabi.. Ya Rasululloh...
Selasa, 27 September 2022
Perasaan Any Kecil
Any kecil pernah mengalami fase ketidakmengertian tentang rasa orang lain. Bagi any kecil, perasaan manusia adalah hal yang paling sulit dan rumit untuk diselami. Ada orang yang mengatakan mencintai, tapi ia kasar dan memukul. Ada orang yang bisa membenci orang lain hanya karena katanya Tuhannya berbeda. Ada seseorang yang bisa nekat bunuh diri meskipun katanya itu menyakiti diri sendiri. Saat kecil, ia tidak bisa mengerti setiap melihat berita kriminal, ada orang yang bisa membunuh orang lain, seorang ibu membunuh bayinya, padahal yang ia bunuh juga pernah berada dalam kandungan dan berjuang untuk hidup, lalu kenapa bisa orang mematikan yang lain. Ia pernah menulis kepadaku;
Senin, 26 September 2022
Cahaya sebelum Cahaya
Dua tahun sudah, depresi telah kulalui. Dengan gelombang perasaan dan pikiran naik turun. Aku telah berhasil melampauinya. Aku membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku orang yang berani. Menemui diri dan trauma mendalam. Menghadapi, menerima dan mengikhlaskannya. Tak terkira betapa bersyukurnya batin dan diriku, Allah SWT telah menyelamatkan dan Kanjeng Nabi telah memperkenankan diriku untuk ditolong oleh cahayanya. Aku percaya, doaku diawal menuju depresi dengan meminta pertolongan kepada keduanya benar-benar didengar. Datang dengan perasaan perih dan penuh kesedihan hati, kini aku tahu, bahwa setelah kesulitan akan selalu datang kemudahan.
Gelap yang kurasakan diakhir 2020 dan awal 2021, telah membawaku pada serangkaian pengobatan panjang. Aku menyerah dan ingin sekali mengakhiri kehidupan. Apa yang kuhadapi bertubi-tubi benar-benar membuatku tidak mengerti lagi makna nafas. Yang setelah depresi kulalui, justru dari nafaslah aku bisa bertahan dan menguatkan kesadaran. Sungguh, berat kurasakan saat itu, beban hati yang tak pernah kering lukanya.
Kini, aku telah mengerti. Bahwa depresi telah mengubah total seluruh alur kehidupan yang kujalankan. Kini hidup penuh dengan kesadaran, keikhlasan, pengertian adalah olah yang sepanjang hari akan kulakukan hingga kelak aku kembali kepadaNya.
Pada akhirnya...
Aku merasakan, bahwa kehilangan adalah berkah dariNya. Untuk memahamkan aku (manusia), yang ingin kekal dan abadi. Padahal, kita hanya meminjam dariNya. Ya meminjam, karena Ia tahu, manusia tidak akan pernah kuat menanggung kepemilikan yang kekal. Karena hanya Ia lah yang kekal dan abadi. Manusia harus berbahagia hati karena hanya dipinjami, karena itu adalah bentuk kasih sayangNya, agar kita tidak menderita kepada kepemilikan. Ia dengan lembut hati selalu meminta kita pulang kepadaNya, karena Ia terlampau sayang, agar kita tidak salah jalan.
Allah SWT, terima kasih telah memberi kesempatan kepadaku menemui diriku dan akhirnya menemuiMu.
Ini perjalanan yang penuh makna, mahal dan mewah.
Kanjeng Nabi, terima kasih telah datang, ketika aku sudah tak mampu lagi mengadu kepada siapa lagi, meminta syafaat, meminta cahaya. Terima kasih.
Aku mensyukuri semua, telah memberiku perjalanan batin, diperjalankan dalam sebuah lorong gelap hingga aku mengerti, apa itu cahaya sebelum cahaya...
Minggu, 11 September 2022
Es Krim dan Tumbuh Melalui Luka
Memakan es krim, untukku, menjadi tidak sederhana. Ada banyak kenangan disana. Yang kini ku mengerti sebagai cara merawat kenangan baik sekaligus pertumbuhan atas luka. Saat kecil, ketika aku menangis, bapak akan mengajakku membelikan es krim dan berbicara kepadaku. Mengapa aku menangis, kadang juga aku tak menjawab, meski ia sudah membujukku dengan lembut. Aku baru akan bercerita jika aku merasa memang tidak bisa mengerti apa yang kurasakan.
Bertahun-tahun setelahnya, saat dadaku sakit karena mengalami peristiwa-peristiwa perih, aku akan datang membeli es krim atau mungkin ke McD hanya makan es krim cone plain. Dan diam. Biasanya aku sendirian dan memakannya saat senja. Orang-orang atau teman-temanku selalu bertanya mengapa aku senang makan es krim sendirian, ada banyak kenangan yang tidak mungkin bisa kuceritakan bersama alm Bapak. Aku biasanya cuma diam dan menikmati es krim itu sendiri.
Saat itu, aku tahu, betapa sepinya hari-hari hanya memakan es krim sendiri. Aku harap, Bapak bisa menemaniku. Mendengarkan ceritaku bahwa aku benar-benar merasa sepi. Lalu, aku akan menulis setelah memakan es krim, di notes yang kubawa. Aku kerap melakukan ini, terutama saat bapak sudah mulai tidak bisa bicara dan aku harus kuliah di Jogja.
Aku termasuk kikuk, saat pertama-tama ada Mas Ryan menemaniku makan es krim dan melihat senja didekat McD Sudirman. Inner childku melihat dia cukup lama sembari mengamati. Aku sadar, ia berguman "ada orang yang mau menemaniku ya". Seakan ia tidak pernah bertemu orang yang mau menemaninya melakukan hal yang biasa dianggap aneh orang orang lain. Makan es krim sendiri, setelah bapak sakit.
Mas Ryan selalu menemaniku makan es krim dimasa-masa itu. Hanya memastikan, aku senang dan merasa baik setelah makan es krim. Ia mungkin sudah tahu, tanpa banyak berkata-kata, menemaniku, karena dia tahu, hatiku sebenarnya sepi dan perih mengingat bapak.
Hari-hari, berjalan. Aku selalu berharap, luka-luka yang tertinggal, tentang masa perih saat Bapak sakit bertransformasi dengan baik. Semoga ada banyak waktu memakan es krim dan catatan luka yang pernah terjadi, berubah menjadi pengertian dan penyembuhan batin ❤🐋🐬🐳💕💞
Maaf
Semoga maaf ini Engkau dengar. Semoga maaf ini engkau sekalian rasakan. Maafkan semua yang telah terjadi Maafkan kesalahanku. Ampuni aku Say...
-
Banyak orang yang bertanya kepadaku secara pribadi bagaimana ceritanya aku bisa remisi dari depresi dan anxiety. Sejujurnya, aku akan bilang...
-
Aku sangat berterima kasih kepada suamiku. Bersamanya aku serasa memiliki teman hidup dan kekasih yang kucintai setiap hari. Tidak hentinya...
-
Banyak kesedihan yang ku tanggung. Seandainya aku boleh meminta dan mengulang waktu, aku ingin Bapak ku sehat. Menemaniku aku tumbuh dengan ...