Rabu, 02 September 2026

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah

Saat aku depresi berat di 2020, dimana tangan manusia tidak mampu lagi menolong, krisis diri ini membawaku pada satu permintaan tolong kepada Allah SWT. Dalam keadaan yang sangat terjepit, aku merasa jika itulah yang kemudian mendorongku bisa pulih. Ibaratnya, rem sudah blong, aku berkata kepada Allah SWT untuk menyelamatkanku. Dan entah bagaimana ceritanya, aku bisa selamat. Hal-hal yang kupikir bisa ditangani dengan cara akal, ternyata tidak seperti ketika berhadapan dengan depresi.

Aku tahu, ada obat antidepressan yang bisa diminum, tapi jelas itu tidak akan cukup. Psikoterapi bisa dilakukan oleh psikolog, tapi rasa tangis yang terus menerus terjadi membuatku menyadari, aku harus punya tempat bersandar yang kokoh, tidak bergantung pada mahkluk. Ini jelas membuatku mau tidak mau, suka dan tidak suka, membuka kembali Al Quran, mengenal kembali Nabi Muhammad. Aku memulai perjalanan mempelajari agama dengan pengetahuan yang sangat minim. Aku bukan orang yang percaya dengan doktrin dan lebih mempercayai sesuatu berbasis pada pengalaman, namun, untuk sampai tahap pada percaya, orang perlu berperjalanan dan merasakan sendiri.

Dengan itu pula, aku merasa jika beragama yang kujalani paska depresi sangat berbeda. Jika dulu aku belajar membaca Quran, agar bisa membaca secara tartil, kini setiap membuka Quran dan tafsirnya, aku belajar mengenal Allah SWT dengan kesadaran manusiawi, jika aku membutuhkanNya, Bukan sekedar karena rasa rakut atau transaksi doa, aku belajar untuk mengenal Allah SWT dengan segala sifat dan keindahan yang Allah SWT miliki.

Aku bersyukur, Allah SWT memperkenankan itu dan segala sesuatu memang terjadi atas perkenaanNya. Hal ini membuatku punya kesadaran baru, semampu dan sebesar apapun kekuasaan manusia, ia tidak akan menandingi apa yang Allah SWT miliki. Keyakinan ini membawaku pada kesadaran baru, bahwa aku tidak sendiri. Aku ditemani, diawasi sekaligus dilindungi. 

Perkenalanku dengan Allah SWT tentu memberi kedalaman interaksi. Aku adalah hambaNya, yang mengabdi kepadaNya. Dengan kesadaran ini, aku tahu, bahwa segala sesuatu adalah milikNya. Hal yang mungkin, mudah bagi orang untuk mengatakannya, tapi akan sulit jika orang tidak mau mengalaminya dan mengamininya berdasarkan pengalamannya. Agama Allah SWT bergitu sempurna. Sepanjang aku membuka buku bacaaan, aku tidak pernah melihat kitab selengkap Quran dalam memperlihatkan kekuataan, kesadaran, penguatan, cerita-cerita kehidupan, dan berbagai hal yang terkandung di alam raya, ciptaanNya. 

Aku ingin mempelajari Quran, sampai nanti aku pulang kepadaNya. Aku ingin nantinya pulang dengan baik dan diridhai olehNya. Aku sangat mendambakan itu. Dengan segala peluh didunia, tidak ada tempat ternyaman di dunia, selain cinta yang Allah SWT berikan hambaNya. Aku sangat mensyukuri itu. Alhamdulillah.Alhamdulillah. Alhamdulillah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah

Saat aku depresi berat di 2020, dimana tangan manusia tidak mampu lagi menolong, krisis diri ini membawaku pada satu permintaan tolong kepad...