Kamis, 31 Mei 2012

Yuk, Cinta Indonesia

Hah, ngeblog lagi. Finally, setelah perjalanan paling menjenuhkan dengan tetek bengek ke luar negeri, aku sampai tanah air. Dan kupastikan aku lebih suka tinggal di Indonesia ketimbang diluar negeri, hihihi. Kala itu aku kemasi barang-barang ku ke tas yang berjejal dan berjibaku dengan baju-baju. Kupikir tas ku akan senang, karena ia biasa murung saat ku jejali buku-buku. Aku membawa barang yang cukup banyak, pengalaman ku ke Bangkok, membuatku tahu apa yang seharusnya ku bawa dan tidak perlu dibawa hanya karena rasa khawatir.

Selasa, 03 April 2012

Kelas Perempuan

Hari ini adalah hari pertama saya masuk kantor. Setelah menempuh perjalanan yang cukup menyita waktu di Thailand untuk mengikuti pertemuan dengan United Nations tentang sosial media kampanye.

mata hati telinga

mata hati telinga untuk apa?

Kamis, 08 Maret 2012

Jati, 8 Maret

Ah, sepi kau menghampiri lagi. Aku tidak bisa lari lagi. Kematian sudah menjemput. Aku tertunduk lesu. Aku berharap kau akan kembali. Tapi ternyata tidak bisa. Kau pergi jauh, sangat jauh sampai aku bahkan tidak bisa menyentuhmu, melihat dan mendekapmu seperti biasa. Aku akan menjalani hari-hari yang berbeda. Tanpa peluk dan senyum. Aku sadar aku benar-benar telah sendiri menghadapi dunia tanpamu. Tanpa orang lain perduli bahwa masih tersimpan kesakitan.Menyeruak dan semakin perih. 

Rabu, 29 Februari 2012

Kabar Untuk Ayah

Ayah, sepeninggal ayah pergi, aku ingin bercerita tentang kehidupanku saat ini. Aku ingin bilang bahwa aku baik-baik saja. Anakmu Insya Allah semakin dewasa sejak kau tinggalkan 14 Februari yang lalu. Ibu juga baik ayah, ayah jangan khawatir ibu tidak sendiri sekarang. Tiap minggu selalu ditemani bergantian oleh kakak-kakak dan aku. Kami saling menjadwalkan satu sama lain, untuk tidur dirumah.
Ibu masih mempersiapkan sarapan, makan siang dan makan malam untuk ayah setiap hari. Kurasa ayah juga melihat, menyantap masakan yang dipersiapkan oleh ibu. Setiap pagi, ibu menyiapkan sepiring bubur dan teh hangat di meja dekat tidur ayah. Disampingnya, ibu juga mempersiapkan baju-baju ayah. Lengkap dengan kemeja dan celana pendek yang ayah pakai setiap harinya. Kursi roda ayah semula ditempatkan dikamarku, tetapi karena cucu-cucu ayah pada ketakutan dengan kursi roda yang ayah duduki semasa ayah masih hidup, kami memindahkan didekat kamar mandi, kamar ayah.

Selasa, 14 Februari 2012

Aku Anak Ayah


Ayah, akhirnya Tuhan memanggilmu dengan kasihnya. Aku sudah tidak bisa menentangNya. Karena aku hanya perempuan, anak ayah. Ayah tahu kan, Tuhan tidak bisa ditawar untuk hal hal seperti ini. Sekalipun aku sudah memintaNya untuk menyembuhkanmu 10 tahun yang lalu, sejak pertama ayah terkena stroke.  Di saat usiaku 12 tahun, stroke menjangkiti tubuhmu pertama kali. Aku masih ingat, kamu dirawat di rumah sakit yang sama, tepat dimana kamu meninggal hari ini, 14 februari di ruang ICU. Saat itu aku masih terlalu kekanakan untuk mengerti apa penyakitmu. Yang kutahu, ayah hanya panas tinggi dan kemudian tidak bisa berjalan. Aku percaya ayah akan baik-baik saja dan akan mengantarkan ku sekolah seperti biasa. Tapi ternyata tidak sepenuhnya kembali seperti semula. Ayah jarang mengantarkan ku sekolah

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah

Saat aku depresi berat di 2020, dimana tangan manusia tidak mampu lagi menolong, krisis diri ini membawaku pada satu permintaan tolong kepad...