Hah, ngeblog lagi. Finally, setelah perjalanan paling menjenuhkan dengan tetek bengek ke luar negeri, aku sampai tanah air. Dan kupastikan aku lebih suka tinggal di Indonesia ketimbang diluar negeri, hihihi. Kala itu aku kemasi barang-barang ku ke tas yang berjejal dan berjibaku dengan baju-baju. Kupikir tas ku akan senang, karena ia biasa murung saat ku jejali buku-buku. Aku membawa barang yang cukup banyak, pengalaman ku ke Bangkok, membuatku tahu apa yang seharusnya ku bawa dan tidak perlu dibawa hanya karena rasa khawatir.
Nabi Saw bersabda; “aku dibuat mencintai”, cinta disini adalah anak rohani. Jika cinta harus ditempuh dengan nilai-nilai praktis, ketahuilah itu bukan cinta, tapi kehendak. Cinta berbeda dengan kehendak. [Ibnu Arabi, Fushusul al-Hikam; 4/259, 2/189 dan Dzakha’ir al-A’laq)
Kamis, 31 Mei 2012
Selasa, 03 April 2012
Kamis, 08 Maret 2012
Jati, 8 Maret
Ah, sepi kau menghampiri lagi. Aku tidak bisa lari lagi. Kematian sudah menjemput. Aku tertunduk lesu. Aku berharap kau akan kembali. Tapi ternyata tidak bisa. Kau pergi jauh, sangat jauh sampai aku bahkan tidak bisa menyentuhmu, melihat dan mendekapmu seperti biasa. Aku akan menjalani hari-hari yang berbeda. Tanpa peluk dan senyum. Aku sadar aku benar-benar telah sendiri menghadapi dunia tanpamu. Tanpa orang lain perduli bahwa masih tersimpan kesakitan.Menyeruak dan semakin perih.
Kamis, 01 Maret 2012
Rabu, 29 Februari 2012
Kabar Untuk Ayah
Ayah, sepeninggal ayah pergi, aku ingin bercerita tentang kehidupanku saat ini. Aku ingin bilang bahwa aku baik-baik saja. Anakmu Insya Allah semakin dewasa sejak kau tinggalkan 14 Februari yang lalu. Ibu juga baik ayah, ayah jangan khawatir ibu tidak sendiri sekarang. Tiap minggu selalu ditemani bergantian oleh kakak-kakak dan aku. Kami saling menjadwalkan satu sama lain, untuk tidur dirumah.
Ibu masih mempersiapkan sarapan, makan siang dan makan malam untuk ayah setiap hari. Kurasa ayah juga melihat, menyantap masakan yang dipersiapkan oleh ibu. Setiap pagi, ibu menyiapkan sepiring bubur dan teh hangat di meja dekat tidur ayah. Disampingnya, ibu juga mempersiapkan baju-baju ayah. Lengkap dengan kemeja dan celana pendek yang ayah pakai setiap harinya. Kursi roda ayah semula ditempatkan dikamarku, tetapi karena cucu-cucu ayah pada ketakutan dengan kursi roda yang ayah duduki semasa ayah masih hidup, kami memindahkan didekat kamar mandi, kamar ayah.
Selasa, 14 Februari 2012
Aku Anak Ayah
Ayah, akhirnya Tuhan memanggilmu dengan kasihnya. Aku sudah
tidak bisa menentangNya. Karena aku hanya perempuan, anak ayah. Ayah tahu kan,
Tuhan tidak bisa ditawar untuk hal hal seperti ini. Sekalipun aku sudah
memintaNya untuk menyembuhkanmu 10 tahun yang lalu, sejak pertama ayah terkena
stroke. Di saat usiaku 12 tahun, stroke
menjangkiti tubuhmu pertama kali. Aku masih ingat, kamu dirawat di rumah sakit
yang sama, tepat dimana kamu meninggal hari ini, 14 februari di ruang ICU. Saat
itu aku masih terlalu kekanakan untuk mengerti apa penyakitmu. Yang kutahu,
ayah hanya panas tinggi dan kemudian tidak bisa berjalan. Aku percaya ayah akan
baik-baik saja dan akan mengantarkan ku sekolah seperti biasa. Tapi ternyata
tidak sepenuhnya kembali seperti semula. Ayah jarang mengantarkan ku sekolah
Langganan:
Postingan (Atom)
Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah
Saat aku depresi berat di 2020, dimana tangan manusia tidak mampu lagi menolong, krisis diri ini membawaku pada satu permintaan tolong kepad...
-
Banyak orang yang bertanya kepadaku secara pribadi bagaimana ceritanya aku bisa remisi dari depresi dan anxiety. Sejujurnya, aku akan bilang...
-
Banyak kesedihan yang ku tanggung. Seandainya aku boleh meminta dan mengulang waktu, aku ingin Bapak ku sehat. Menemaniku aku tumbuh dengan ...
-
Aku sangat berterima kasih kepada suamiku. Bersamanya aku serasa memiliki teman hidup dan kekasih yang kucintai setiap hari. Tidak hentinya...




