Senin, 07 Oktober 2013

Masih Bebas


















Di keheningan malamku bertabur bintangku
Ingin rasa ini hatiku mengeluh
Jiwaku mendesah ingin aku bebas

Seminggu bersama yang lain
Kucoba mencari rindu atau tak rindu
Bila kita jauh tetapkah setia
Ternyata ku merindu

Selama belum ada janji hidup bersama,
Ku bebaskan kau mencoba dengan yang lain.
Kan ku tetapkan hatiku buat kamu bila waktunya
Namun kini belum terikat, mencoba yang lain

Ada perlunya lagi, cemburu padaku
Aku cinta kamu,
Aku membutuhkan jadi dewasa dengan pengalamanku.


By. A

Kamis, 12 September 2013

Terima Kasih

Pagi ini aku ingin menulis. Pagi di Solo yang kulalui dengan perjalanan malam di jadwal kereta api terakhir. Ya, tadi malam aku memutuskan untuk pulang sementara waktu, untuk melakukan jeda dalam setelah beberapa hari rutinitas menumpuk, menyamankan hati dan jiwa agar seimbang. Tadi malam adalah malam yang cukup melegakan dalam beberapa hal. Setidaknya, aku tidak terlalu khawatir lagi pada ketakutan berlebihan yang menghantuiku beberapa hari ini.

Selasa, 10 September 2013

Doa Malam

Malam ini aku tak bisa tidur dengan nyenyak. Aku hanya terkapar dan membolak-balikan tubuhku, ke kanan dan ke kiri, mengharap mata akan terpejam. Namun, nampaknya aku kalut. Ada yang menganggu pikiranku.

Senin, 22 Juli 2013

Melampaui Titik


Betapa menyenangkannya bebas dan tidak terikat, ketika kau telah siap untuk terbang tinggi dan tak perlu takut lagi dengan kesedihan.

Selasa, 16 Juli 2013

Perempuan 23 Tahun

Siapa bilang menjadi perempuan itu mudah?.
Saya perempuan 23 tahun. 
Kalau bukan karena ibu saya yang selalu menyemangati saya dari awal, mungkin pilihan berdiri diatas kaki sendiri tidak akan muncul sebagai bentuk keputusan politis, tetapi seberkas beban penghukuman akibat sok-sok-an menjadi perempuan kuat.

Saya perempuan 23 tahun.
Bukan, tetapi ini pilihan sebagai kesadaran, bukan buah dari paksaan. .Ada fase-fase kehidupan yang harusnya mengajarkan kita untuk bertanya secara lebih mendalam, kritis dan reflektif terhadap apapun. Karenanya kita menjadi tahu, dalam posisi apa kita melangkah dan “tahu” mengapa kita melangkah menggunakan kaki menganugrahkan.

Sabtu, 29 Juni 2013

Percakapan Tiga Perempuan


Malam ini ibu, kakak perempuanku dan aku bercakap di meja makan. Kami bercakap dan mengeluarkan pendapat, ketika mama kami bertanya.

"Mengapa ya dek, ada perempuan yang sudah menjanda karena ditinggal mati suaminya, kemudian berani memutuskan menikah secepat kilat seperti budhe A. Ya, kalau bisa menemukan belahan jiwa kita, seperti papa, yang sangat toleran dan selalu berjuang bersama mama dari nol sampai akhir hidup papa. Menurutmu bagaimana dek?"

Lalu kakak perempuanku berkata

"Ma, sekarang itu kebanyakan perempuan selalu pengen ini itu, disiapkan ini itu kalau menilai seorang laki-laki. Kadang malah tidak siap jika tiba-tiba laki-lakinya sakit kayak papa. Memang sih menjanda karena perceraian itu lebih dianggap negatif sama orang-orang dan menjanda karena ditinggal mati itu lebih terhormat, tetapi juga tak bisa sepenuhnya membenarkan untuk menuntut segalanya dari laki-laki"

Rabu, 26 Juni 2013

Feminis, Pembelajar Cinta Kasih

Kamu perempuan feminis, tak beragama dan liberal
Kamu itu superwoman seperti lagunya Alicia Keys atau seperti lagunya “Girl On Fire”
Kamu adalah anaknya ibu, anak terakhir ibu yang bisa menjadi apapun yang ingin kamu lakukan.

Terakhir ketika saudara jauh saya menanyakan, apa yang kamu lakukan ketika kamu berada dalam posisi tak lagi memiliki visi hidup yang sama dengan partnermu? Seperti yang dialami mamiku sekarang? Saya dengan tegas menjawab, kalau saya dalam posisi mami, saya akan memutuskan bercerai dan memulai hidup lebih baik, dengan anak-anak. Karena melelahkan bukan hidup dengan partner yang bahkan tak bisa lagi memiliki visi yang sama, itu aneh menurutku

Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah

Saat aku depresi berat di 2020, dimana tangan manusia tidak mampu lagi menolong, krisis diri ini membawaku pada satu permintaan tolong kepad...