Hari ini sampai juga aku dikantor. Setelah kemarin demam menyerang badanku. Ini pertanda tidak baik, karena kata temanku satu kantor, demam adalah tanda bahwa ada kemarahan dalam diri yang tidak bisa diekspresikan langsung dalam perbuatan yang bersifat verbal. Ku pikir, itu penyakitku dari dahulu. Aku sangat jarang marah dan menganggap semua baik-baik karena menurutku itu lebih baik. Tapi efeknya akan timbul setelah aku lama memendamnya sendiri. Kata temanku, ini sama saja menyimpan penyakit yang setiap waktu bisa melumpuhkan badanmu satu per satu, tanpa kamu sadari. Bisa jadi. Ayahku juga satu per satu dilumpuhkan dengan cara yang sama dengan apa yang mungkin aku rasakan sekarang. Aku pesakitan ulung dari dulu. Tanpa pernah mau memberitahu...
Nabi Saw bersabda; “aku dibuat mencintai”, cinta disini adalah anak rohani. Jika cinta harus ditempuh dengan nilai-nilai praktis, ketahuilah itu bukan cinta, tapi kehendak. Cinta berbeda dengan kehendak. [Ibnu Arabi, Fushusul al-Hikam; 4/259, 2/189 dan Dzakha’ir al-A’laq)
Selasa, 10 Januari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ramadhan
Bulan ramadhan tahun ini sangat spesial bagiku. Di hari ke 17, aku sudah hampir merampungkan 19 juz. Bahagaia sekali. Ditengah-tengah kesibu...
-
Banyak orang yang bertanya kepadaku secara pribadi bagaimana ceritanya aku bisa remisi dari depresi dan anxiety. Sejujurnya, aku akan bilang...
-
Aku sangat berterima kasih kepada suamiku. Bersamanya aku serasa memiliki teman hidup dan kekasih yang kucintai setiap hari. Tidak hentinya...
-
Setelah kurasa-rasakan, aku selalu meminta tolong kepadanya saat membutuhkan sesuatu. Sepertinya dia hadir dalam hidupku untuk menolongku. B...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar