Hai, aku senang sekali. Kenapa? Aku sudah sangat dekat dengan kakak-kakak dan ibu. Persoalan kami selama bertahun-tahun sudah terselesaikan. Aku akhirnya ikhlas melepaskan bapak. Sesuatu yang kurasa menggangu pikiranku selama berbulan-bulan. Dan ibu, mas dan mbak ku ternyata sangat liberal, sama sepertiku.
Nabi Saw bersabda; “aku dibuat mencintai”, cinta disini adalah anak rohani. Jika cinta harus ditempuh dengan nilai-nilai praktis, ketahuilah itu bukan cinta, tapi kehendak. Cinta berbeda dengan kehendak. [Ibnu Arabi, Fushusul al-Hikam; 4/259, 2/189 dan Dzakha’ir al-A’laq)
Jumat, 08 Februari 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2009
Dunia rasanya berhenti, saat aku melepaskan dan menumpahkan cerita itu. Dada sunyi dan terasa sakit saat ada cerita diam-diam di bagi Bagia...
-
Aku makin menyukai kelambatan. Sering bahkan terlambat dalam banyak hal di hidup. Ternyata Tuhan menuntunku makin pelan menjalani kehidupan....
-
Mungkin akan selalu ada pertanyaan, mengapa aku bersedia menghabiskan waktu sisa hidupku dengan suami yang memiliki difabel kaki. Yang mungk...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar