Sabtu, 17 Januari 2026

Pembullyan masa SMA

Aku pernah mengalami pembullyan pada saat SMA. Tepatnya saat aku menginjak bangku pertama SMA. Aku, pernah diserang secara personal oleh teman-temanku seluruhnya di masa pertama aku duduk bangku OSIS. Sebagian besar memoriku hilang. Jujur saja. Memori itu menyakitkan. Saat aku dihakimi secara bersama-sama oleh lebih dari 40 orang. Hal ini sangat membekas didiriku. Pada awalnya, ada seseorang yang mengaku teraniaya karena perilakuku. Aku bertanya dan meminta maaf. Ia memintaku berubah dalam hitungan hari. Lalu ia menyalahkanku lagi. Aku merasa dimanipulasi olehnya. Kelak aku tahu, ia seperti itu karena juga korban pembullyan. Dia memanipulasi seluruh orang untuk membelanya. Padahal aku juga tidak pernah membela diri dihadapan siapapun. Aku mundur dan undur.

Selama bertahun-tahun aku menjadi orang yang berusaha percaya diri kembali. Bukan apa-apa, diriku yang percaya diri telah direnggut oleh peristiwa itu. Rasanya sangat menyakitkan. Ada masa-masa aku sangat ketakutan berhadapan di depan orang-orang. Aku merasa sangat ketakutan, takut dihakimi oleh mata-mata yang memandangku. Tidak ada orang yang kuajak bicara. Aku dibiarkan dibully tanpa teman. Seingatku hanya satu orang yang ku ajak bicara saat itu, betty. Itu pun tidak semua hal ku ceritakan. Tapi aku sangat berterima kasih kepada betty yang telah menemaniku.

Sungguh, aku sudah berdoa diam-diam kepada Tuhanku jika aku di dzalimi. Aku tidak meminta apapun secara spesifik kepada Tuhan. Aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan kepada Tuhanku. Aku tidak pernah menyebutkan nama, tapi Tuhan tahu siapa saja nama-nama yang ada dalam hatiku. Ia tahu apa yang kurasakan. Aku hanya ingin berkata, aku sudah mengadu tentang pengalaman pembullyanku. Selebihnya, aku mempersilahkan Tuhan menggerakan apapun. Aku tetap mengatakan aku di dzalimi. Sudah cukup itu. Kupasrahkan semua kepadaNya, atas apa yang terjadi

Pembullyan masa SMA

Aku pernah mengalami pembullyan pada saat SMA. Tepatnya saat aku menginjak bangku pertama SMA. Aku, pernah diserang secara personal oleh tem...